22/02/2008 10:05 WIB
Kronologi Terbakarnya TransJ BBG
Ari Saputra – detikcom
Jakarta – Bau gas sudah tercium penumpang sejak dari Harmoni. Puluhan penumpang pun bingung dan bertanya kepada petugas yang ada di dalam bus.
“Kita tanya ke sopir dan kondektur petugas busway. Ini nggak apa-apa Pak? Petugasnya bilang nggak apa-apa, nggak apa-apa, naik saja,” kata seorang penumpang Pipit Supriyadi (27) di Tugu Tani, Jakarta Pusat, Jumat (22/2/2008).
Sang sopir pun, menurut pria ganteng ini, meneruskan perjalanan. Namun makin lama, bau gas semakin menyengat. Dan sampai di depan Departemen Perdagangan ada asap kecil yang muncul dari depan. Perjalanan diteruskan hingga di depan Tugu Tani.
“Semua sudah panik, penumpang langsung minta turun. Buka! Buka! Kemudian dibuka, semua penumpang loncat,” ujar pengusaha muda ini.
“Yang cewek-cewek sampai terjatuh-jatuh dan berdesak-desakan. Kita nggak kepikiran untuk mecahin kaca pakai martil karena saking paniknya,” kata dia.
Setelah semua penumpang dan sopir mengamankan diri, 15 menit kemudian muncullah api dari bagian depan dan melahap hampir 90 persen tubuh bus, sehingga meninggalkan kerangkanya saja.
Jalur busway ditutup dan kemacetan terpantau hingga Kebon Sirih, Menteng, Cikini, serta Stasiun Gambir. Tak ada korban jiwa dalam musibah ini.
Penumpang bus pun langsung dialihkan ke bus lainnya. Sedangkan kerangka bus sudah dievakuasi dari lokasi.
( mly / sss )
22/02/2008 10:03 WIB
Bus Terbakar
Operator Teledor, Dishub Harus Audit Perawatan TransJ
Umi Kalsum – detikcom
Jakarta – Operator bus TransJakarta dinilai lalai membiarkan bus TransJ koridor II tetap melaju meski tercium bau gas sejak dari Halte Harmoni, sehingga bus terbakar di kawasan Tugu Tani. Perawatan TransJ pun dipertanyakan.
Sebetulnya, kata pemerhati transportasi dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi kepada detikcom, penggunaan BBG untuk transportasi itu hal biasa.
Tidak hanya di Indonesia, sejumlah negara di Asia juga sudah mengganti bahan bakar solar dengan gas. India, misalnya. Bajaj kini sudah pakai BBG sehingga jadi ramah lingkungan.
“Di sini (Indonesia), persoalannya mungkin spesifikasi tidak tepat dalam mendesain alat. Nah, untuk Transjakarta yang terbakar, saya menduga lebih pada perawatan, apalagi ini bukan yang pertama kali,” kata Tulus, Jumat (22/2/2008).
Dia menduga, tangki BBG jarang dibersihkan dan dikuras, sehingga gas bertekanan tinggi tersumbat dan menyebabkan kebakaran.
“Dalam hal ini persoalan tidak bisa selesai di sini, harus ada audit perawatan TransJakarta terkait penggunaan BBG. Sebab BBG kan harus ada perlakuan khusus karena tekanannya lebih tinggi. Saya menduga ada keteledoran teknisi,” tuturnya.
Dia meminta Dishub DKI Jakarta memerintahkan operator melakukan pengecekan ulang sehingga, apakah sudah memenuhi standar atau belum sehingga publik merasa aman, mengingat TransJakarta kini sudah menjadi angkutan andalan warga.
“Jangan sampai kasus ini mengubah citra TransJakarta dan menumpang lari karenanya. Justru karena sudah jadi andalan harusnya dikelola baik dengan standar audit yang berlaku, terutama untuk perawatan,” katanya.
( umi / nrl )
22/02/2008 10:00 WIB
TransJ Terbakar di Tugu Tani Gara-gara Tabung Gas Korsleting
Chazizah Gusnita – detikcom
TKP bus terbakar (Ari S/detikcom)
Jakarta – Kebakaran TransJ BBG terulang lagi. Kali ini TransJ koridor II (Senen-Pulogadung) terbakar di halte Tugu Tani. Penyebabnya karena tabung gas TransJ mengalami korsleting.
“Penyebabnya dari tabung gasnya yang korslet terus terbakar,” ujar petugas TMC Ditlantas Polda Metro Jaya Bripka Arif kepada detikcom, Jumat
(22/2/2008).
Arif mengatakan, TransJ yang terbakar itu telah dibawa ke hanggar TransJ di Jl Perintis Kemerdekaan, Jakarta Timur.
“Busnya sudah dibawa pukul 08.30 WIB,” katanya.
Saat ini lalu lintas di jalan sekitar lokasi kebakaran tidak semacet tadi. “Sudah lancar,” ujarnya.
( ziz / nrl )
Filed under: BERITA ANGKUTAN TERKINI