26/02/2008 18:15 WIB
Dephub Nilai Busway Contra Flow Berisiko Tinggi
Nograhany Widhi K – detikcom
Jakarta – Transjakarta melawan arah atau contra flow dinilai berisiko tinggi. Sebelum sistem itu diterapkan, perlu ada kajian yang matang.”Berisiko tinggi, itu harus dilakukan secara hati-hati,” ujar Direktur Keselamatan Transportasi Jalan Ditjen Perhubungan Darat Dephub, Suripno.
Hal itu dia sampaikan usai diskusi tentang revisi UU 14/1992 tentang Lalulintas di Hotel Ambhara, Jl Iskandarsyah Raya, Blok M, Jakarta Selatan, Selasa (26/2/2008).
Menurut Suripno, sejumlah ruas busway masih ada yang menjadi satu dengan kendaraan non TransJ. Hal itu menimbulkan risiko tinggi bagi kendaraan lain yang memasuki busway. Dia khawatir hal itu bisa membahayakan keselamatan transportasi.
“Kecuali kalau sama sekali terpisah. Kalau ini, masih mungkin ada kendaraan lain masuk situ,” kata Suripno.
Dia pun mengimbau agar dilakukan kajian menyeluruh terlebih dahulu, sebelum kebijakan itu diimplementasikan. “Perlu ada kajian akademis, tidak hanya teknikal tapi juga perilaku dan sosial,” imbuhnya.
Apalagi, lanjut Suripno, koordinasi antar instansi di Indonesia dinilai masih lemah. Khususnya, dalam pengaturan lalulintas angkutan jalan. “Dari 10 negara Asean, kordinasi antar instansi kita itu berada di nomor 10,” sesal Suripno.
Sementara itu, Direktur Institut Studi Transportasi (Intrans) Darmaningtyas menilai kebijakan sterilisasi busway harus dilakukan. Dia menilai contra flow sebagai solusi sementara.
“Itu penyelesaian sementara. Polda dan Dishub harus duduk bersama bagaimana realisasi busway,” kata Darmaningtyas. ( fiq / nvt )
Filed under: ANGKUTAN UMUM